Situs persahabatan remaja sharing artikel kamus gaul kalimat bijak kata mutiara persahabatan, kumpulan inspirasi motivasi

Dampak Buruk Memakan Barang Haram

Allah Swt dalam al-Qur'an memperingatkan para Rasul dan orang-orang beriman agar mengkonsumsi atau memakan rezeki yang halal dan memilih yang thayib (baik dalam pandangan kesehatan, dsb). Halal dilihat dari aspek hukum, sedang thayib dilihat dari aspek kemanfaatan dari barang yang dikonsumsi.

Artinya segala apa yang dikonsumsi seorang mu'min baik makanan, minuman atau pakaian hendaknya dihasilkan cari cara yang dibenarkan oleh agama dan dapat diyakinkan bahwa apa yang dikonsumsi itu bermanfaat bagi perkembangan dan kesehatan fisik. Sehingga mewujudkan dan melahirkan generasi penerus yang sehat fisiknya, dan sehat ruhaninya. Yang diharapkan dapat menunjang kesalihan secara individu dan kesalihan sosial, serta dapat dijadikan sarana dan pelengkap dalam meningkatkan ibadah kepada Allah Swt.

Sebaliknya, Allah swt melarang memakan harta dari yang bathil, yaitu yang tidak diizinkan oleh syari'at agama. Seperti mengkonsumsi makanan atau minuman yang haram dzatnya, sebagaimana diterangkan dalam al-Qur'an. Dilarang juga mengkonsumsi barang yang dihasilkan dari cara yang diharamkan agama (haram 'arodli), seperti dari hasil perdukunan (kahin), mencuri, menjual barang curian, jual beli minuman keras, korupsi, riba (renten), suap (risywah), menimbun (ihtikar), menipu, memalsu, demikian juga yang dilarang syari'at agama.

Haram dalam hal ini disebabkan cara menghasilkannya yang tidak benar. Dan itu artinya kelak sanksinya dari Allah swt apabila semua perbuatan-perbuatan yang haram itu dilakukan secara sadar dan sudah mengetahui status hukumnya. Kemudian di dunia ini pun akan dicabut barokah dari usaha-usaha yang tidak halal seperti itu, kecuali kalau memang tidak tahu. Dan kalau sudah mengetahui hendaklah ia bertaubat dari perbuatan dosa itu, dengan menghentikan semua kasab yang terkutuk itu. Karena hasil dari cara yang haram, walaupun disedekahkan atau diinfakkan, tidak akan diterima oleh Allah swt.

Dampak negatif dari mengkonsumsi barang atau makanan dan minuman yang haram sungguh sangat mengerikan. Karena akan menimbulkan kerugian dunia dan akhirat, baik untuk pelakunya ataupun bagi yang lainnya. Walaupun dirasakan ada kesenjangannya tetapi hanya sesaat saja. Dalam keterangan agama ada diterangkan dampak buruk dari perbuatan haram itu, sebagai berikut:

Pertama, menimbulkan berbagai penyakit yang akan merusak kesehatan fisiknya. Seperti membiasakan minum minuman keras, makan bangkai, atau bahkan makan minum yang berlebihan yang tidak memakai aturan, meskipun itu halal. Pantas ada satu riwayat mengatakan, walaupun tidak shahih, bahwa asal segala penyakit itu adalah dari pencernaan (al-ashlu fi kulli da'in al baradatu).
Maksudnya, kebanyakan timbulnya penyakit itu dari apa yang dimakan, karena tidak thayib dan tidak teratur cara makannya.

Kedua, sulit untuk diarahkan kepada jalan-jalan surga. Artinya orang yang biasa makan dan minum yang haram akan mempunyai tabi'at senang dalam melakukan perbuatan dosa. Tidak ada rasa malu ketika melakukan pelanggaran. Bahkan kesenangan dan hobinya itu justru dalam kesesatan dan kemaksiatan.

Mungkin kita sering mendengar atau mengetahui orang yang mengkonsumsi barang haram seperti minuman keras dan narkoba, kelihatannya mereka tidak merasa bahwa perbuatan itu adalah perbuatan dosa dan terkutuk. Demikian itu karena sebetulnya mereka telah masuk perangkap setan. Jenisnya disebut dalam istilah agama sebagai ummul-khabaits (induk dari segala keburukan), miftahu syarri (pembuka pintu kejahatan), juga merupakan mukhalibus-syayathin (perangkap setan).

Ketiga, do'a tidak akan diijabah. Artinya, apa yang dimintakan kepada Allah swt, akan terhalang atau ditunda sehingga si manusia itu membersihkan dirinya terlebih dahulu dari makanan dan minuman juga pakaian yang haram atau dari yang dihasilkan dengan cara yang haram.
Rasulullah saw pernah bercerita tentang seseorang yang giat melakukan kasab atau usaha, sampai-sampai tidak terurus pakaian dan badannya. Ia sering berdo'a kepada Rabb hanya sayang makanannya haram, minumannya dari yang haram, begitu pula pakaiannya juga dari yang haram, bahkan pagi-pagi makan yang haram. Oleh karena itu kata Rasulullah saw: "Bagaimana mungkin doanya itu akan diijabah?".

Demikianlah dampak buruk yang akan dialami oleh seseorang jika dalam makan dan minumnya, kasab dan usahanya tidak lagi menghiraukan agama, tidak memperhatikan halal dan haramnya. yang terjadi adalah hilangnya kebarokahan rezeki dari Allah swt, yang dirasakan adalah keresahan dan ketidaktentraman, dan kekacauan akan terjadi di mana-mana. Naudzubillahi min dzalik.

| akibat negatif mengkonsumsi barang haram