Tahapan kehidupan manusia - Manusia hidup mengalami tahapan dalam kehidupannya, bukan hanya terlahir hidup dan kemudian mati saja. Mengetahui hakikat kehidupan harus dengan ilmu, bahwa hidup itu mengalami beberapa fase kehidupan.
Dalam keyakinan Islam sebagaimana informasi dalam Al-Qur'an, manusia mengalami tingkatan dalam kehidupannya. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Insyiqaq ayat 19 :
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ
Tahapan/ fase kehidupan manusia itu adalah sebagai berikut :
Pertama, Manusia ketika belum hidup
Tahapan sebelum manusia hidup. Kehidupan manusia berasal dari Allah SWT. Fase tahapan kehidupan manusia ini yaitu saat belum diciptakan. Potensi materi untuk konstruksi tubuhnya masih tersebar dan terurai di dalam tanah. Al-Qur’an menjelaskannya sebagai fase yang belum bisa disebut :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا
Kedua, Tahapan manusia ketika di alam rahim.
Proses biologis menjadi perantara adanya kehidupan manusia, dimana pertemuan sel telur dengan sperma. Pada fase ini terjadinya jiwa manusia diciptakan dan Ruh ditiupkan, terwujudlah janin, dan terciptalah manusia. Tahapan kehidupan ini dijelaskan dalam QS. Al-A'raf ayat 172 :
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ
Dzikir pada fase ini dilanjutkan dengan dzikir triliyuan cell manusia yang terdapat dalam tubuhnya, dalam wujud gerak berputar bersama gerak berputarnya seluruh sistem semesta: makro (planet) dan mikro (cell dan quanta). Allah berfirman:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
Dzikir pada fase ini dilanjutkan dengan dzikir dengan Al-Fatihah dalam shalat, dan dzikir dengan Basmalah di luar shalat. Dan penegakan shalat yang khusyu akan mencegah dari perbuatan keji dan maungkar. Yaitu dzikir di luar shalat dalam wujud amar ma’ruf nahi mungkar dan akhlak mulia.
Kelima, Tahapan Alam Barzakh.
Yaitu saat manusia sudah berada di alam kubur. Zikir pada fase ini dilanjutkan dengan dzikir pertanggung jawaban oleh jiwa manusia dengan menjawab pertanyaan tauhid dari malaikat Mungkar dan Nakir. Rasulullah SAW bersabda: Jika seorang Muslim ditanya dalam kubur, lalu ia bersaksi bahwa tak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah, maka itu adalah bukti dari firman Allah Azza Wa Jalla dalam QS. Ibrahim ayat 27:
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
Kehidupan manusia ketika dibangkitkan dari alam kubur dan dikumpulkan di padang mahsyar. Pada fase ini dilanjutkan dengan kesaksian di hadapan Allah. Di mana semua orang akan bersaksi terhadap kemahaesaan Allah, melalui pertanggung jawaban terhadap seluruh perbuatan yang telah dijalaninya di dunia. Al-Qur'an menjelaskan dalam QS. An-Nur ayat 24 : :
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Fase terakhir kehidupan manusia ini merupakan tahapan akhir dari seluruh drama kehidupan manusia. Pada fase ini akan diakhiri dengan sidang pertimbangan. Allah berfirman dalam QS. Al Qashash ayat 88 :
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Sahabat ...ingatlah bahwa lika liku kehidupan ini (berbagai macam ujian hidup manusia) akan berujung kepada Allah SWT. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama mengukir prestasi agar jalan kehidupan menuju Allah dapat dilalui dengan lancar. Amin..
Dalam keyakinan Islam sebagaimana informasi dalam Al-Qur'an, manusia mengalami tingkatan dalam kehidupannya. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Insyiqaq ayat 19 :
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ
Sesungguhnya kamu melalui fase demi fase (dalam kehidupanmu). (QS. Al Insyiqaq 84: 19)Tingkatan tahapan dalam kehidupan manusia itu mengalami tujuh tingkat yang akan dilalui. Manusia terus berproses dengan waktu menghadapi fase-fase kehidupan tersebut. Oleh karena itu ingatlah bahwa hidup ini bukan hanya di dunia yang sementara ini saja, melainkan ada beberapa kehidupan lain yang akan dialami. Berbekallah, dan bekal paling utama adalah Taqwa kepada Allah SWT.
Tahapan/ fase kehidupan manusia itu adalah sebagai berikut :
Pertama, Manusia ketika belum hidup
Tahapan sebelum manusia hidup. Kehidupan manusia berasal dari Allah SWT. Fase tahapan kehidupan manusia ini yaitu saat belum diciptakan. Potensi materi untuk konstruksi tubuhnya masih tersebar dan terurai di dalam tanah. Al-Qur’an menjelaskannya sebagai fase yang belum bisa disebut :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا
“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu, di mana ketika itu ia (manusia) belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (QS. Al Insan 76: 1)Tahapan manusia dimana disebut pra kehidupan manusia. Kita harus yakin bahwa kehidupan kita sebagai manusia ini dikehendaki oleh Allah Sang Pencipta Manusia.
Kedua, Tahapan manusia ketika di alam rahim.
Proses biologis menjadi perantara adanya kehidupan manusia, dimana pertemuan sel telur dengan sperma. Pada fase ini terjadinya jiwa manusia diciptakan dan Ruh ditiupkan, terwujudlah janin, dan terciptalah manusia. Tahapan kehidupan ini dijelaskan dalam QS. Al-A'raf ayat 172 :
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ
“Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman: "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi". Kami lakukan yang demikian itu, agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami bani Adam, adalah orang-orang yang lengah terhadap kesaksian (dzikir) kami tentang Keesaan Allah ini", (QS. Al-A’raf 7 :172).Ketiga, Tahapan kehidupan alam dunia - manusia lahir sampai umur balig
Dzikir pada fase ini dilanjutkan dengan dzikir triliyuan cell manusia yang terdapat dalam tubuhnya, dalam wujud gerak berputar bersama gerak berputarnya seluruh sistem semesta: makro (planet) dan mikro (cell dan quanta). Allah berfirman:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (QS. Al-Isra’ 17 : 44).Keempat, fase alam dunia sejak umur balig sampai meninggal dunia.
Dzikir pada fase ini dilanjutkan dengan dzikir dengan Al-Fatihah dalam shalat, dan dzikir dengan Basmalah di luar shalat. Dan penegakan shalat yang khusyu akan mencegah dari perbuatan keji dan maungkar. Yaitu dzikir di luar shalat dalam wujud amar ma’ruf nahi mungkar dan akhlak mulia.
Kelima, Tahapan Alam Barzakh.
Yaitu saat manusia sudah berada di alam kubur. Zikir pada fase ini dilanjutkan dengan dzikir pertanggung jawaban oleh jiwa manusia dengan menjawab pertanyaan tauhid dari malaikat Mungkar dan Nakir. Rasulullah SAW bersabda: Jika seorang Muslim ditanya dalam kubur, lalu ia bersaksi bahwa tak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah, maka itu adalah bukti dari firman Allah Azza Wa Jalla dalam QS. Ibrahim ayat 27:
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yg beriman dengan ucapan yang teguh…” (QS. Ibrahim 14 : 27)Keenam, Tahapan Alam Akhirat.
Kehidupan manusia ketika dibangkitkan dari alam kubur dan dikumpulkan di padang mahsyar. Pada fase ini dilanjutkan dengan kesaksian di hadapan Allah. Di mana semua orang akan bersaksi terhadap kemahaesaan Allah, melalui pertanggung jawaban terhadap seluruh perbuatan yang telah dijalaninya di dunia. Al-Qur'an menjelaskan dalam QS. An-Nur ayat 24 : :
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” (QS An Nuur 24 : 24).Ketujuh, Tahapan kehidupan manusia dikembalikan kepada Allah SWT.
Fase terakhir kehidupan manusia ini merupakan tahapan akhir dari seluruh drama kehidupan manusia. Pada fase ini akan diakhiri dengan sidang pertimbangan. Allah berfirman dalam QS. Al Qashash ayat 88 :
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala ketentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (QS. Al Qashash 28 : 88).Demikian tahapan serta tingkatan yang akan dialami dalam kehidupan ini. Kita sebagai manusia harus mengingat serta berdzikir bahwa kehidupan ini masih panjang.
Sahabat ...ingatlah bahwa lika liku kehidupan ini (berbagai macam ujian hidup manusia) akan berujung kepada Allah SWT. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama mengukir prestasi agar jalan kehidupan menuju Allah dapat dilalui dengan lancar. Amin..
Agama | 7 Tahapan Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur'an
