Situs persahabatan remaja sharing artikel kamus gaul kalimat bijak kata mutiara persahabatan, kumpulan inspirasi motivasi

Fungsi dan Peran Wanita dalam Al-Qur'an

Fungsi dan Peran Wanita dalam Al-Qur'an. Sebelum sampai pada pembahasan peran dan fungsi wanita dalam Al-Qur'an baiklah kita simak dulu kisan Nabi berikut ini.
Nabi Zakaria as, ditakdirkan Allah swt belum mendapat keturunan kendatipun usianya sudah sangat lanjut. Beliau sangat khawatir akan ummat sepeninggalnya nanti tidak ada yang memimpin melanjutkan dakwahnya. Nabi Zakaria senantiasa berdo'a seperti dijelaskan dalam Al-Qur'an termaktub pada QS. Maryam : 4-5:
قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا . وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا
Ya Tuhanku! Telah lemah tulangku dan telah penuh uban di kepalaku. Tiadalah daku, wahai Tuhanku, orang yang sial jika berdo'a kepadamu. Sesungguhnya hamba khawatir akan keluargaku yang ada di belakangku, sedang istriku mandul. Karenanya berikanlah kepadaku karunia-Mu seorang pengurus. (QS. Maryam: 4-5).

Sementara itu seorang wanita hamil, istri Imran, menghendaki agar anaknya yang akan lahir kelak dapat memenuhi harapan Nabi Zakaria As, Ia pun berdo'a:
إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Ya Tuhanku! Sesungguhnya aku telah menadzarkan yang ada dalam perutku ini untuk memperhambakan diri kepada-Mu. Oleh karena itu terimalah daripadaku ini, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar, dan Yang Maha Mengetahui. (QS. Ali Imran : 35)

Tetapi betapa kecewanya ketika ternyata yang lahir itu seorang bayi perempuan, seolah-olah Allah swt tidak memperkenankan permohonannya. Tetapi rencana Allah swt lain. Ia maha mengetahui apa yang lebih baik, yang kadang-kadang manusia tidak sanggup menduganya terlebih dahulu.
Ketika itu Istri Imran mengeluh, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an.

Ya Tuhanku! Sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan

Allah swt kemudian menegaskan bahwa perempuan itu memang tidak seperti laki-laki. Tetapi dalam urusan berbakti kepada Allah swt, perempuan dan laki-laki adalah sama. Sebagaimana dijelaskan pada ayat-ayat di bawah ini.
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا
Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. (QS. An-Nisa : 124)
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl : 97)

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik". (QS. Ali Imran : 195)

Adapun yang dimaksud dengan perempuan tidak sama dengan laki-laki adalah bidang pekerjaannya. Antara lain seperti diterangkan di bawah ini. Peran wanita atau perempuan dijelaskan dalam Al-Qur'an:

1. Wanita sebagai pendamping laki-laki
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa : 1)
 
2. Wanita sebagai pemberi ketentraman
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. An-Nahl : 197)

3. Wanita sebagai pembantu mengatur penggunaan hasil usaha\
نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah : 223)
Kebun yang dimaksud pada ayat di atas adalah musyabah bih bagi istri dalam arti mengolah hasil usaha suami agar dapat mencukupi kebutuhannya, bagaikan sebidang kebun yang memberikan manfaat setelah ditanami pemiliknya. 
4. Wanita sebagai perhiasan
هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ
Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. (QS. Al-Baqarah : 187)
Pakaian yang dimaksud pada ayat di atas adalah musyabah bih, dalam arti seorang suami sangat dipengaruhi oleh istrinya dalam penampilannya.

Di samping itu kewajiban-kewajiban seperti itu, perempuan juga mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban-kewajibannya.
وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru´. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma´ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Baqarah : 228)

Cara yang ma'ruf artinya diatur dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Dalam hal ini perempuan harus menerima ketentuan dari Allah swt. Ia tidak boleh merasa direndahkan karena ayat di atas, karena ujung pada ayat tersebut Allah maha perkasa lagi maha bijaksana. 
Pada ayat lain juga Allah swt menjelaskan bahwa perempuan itu diluruskan oleh laki-laki. 
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. An-Nisa : 34)
Pemimpin artinya meluruskan yang bengkok. Dan perempuan memang mempunyai kecenderungan untuk bengkok. Artinya kecenderungan untuk tidak menerima beberapa ketentuan syari'at bagi dirinya. Ayat terakhir itu berhubungan dengan kemungkinan nusyuz di dalam rumah tangga. 
Nusyuz artinya memperlihatkan tanda-tanda tidak mematuhi kewajibannya. Menasihati, meninggalkannya di tempat tidur, dan memukulnya, adalah cara meluruskan perempuan secara bertahap. 
Yang diterangkan di atas adalah ketetapan Allah swt, maka pengimpangan dari ketentuan-ketentuan itu akan menimbulkan fitnah. Allah swt telah menentukan laki-laki sebagai pencari nafkah. 

Sekarang kita melihat kenyataan lain dari yang diharapkan Allah swt, adanya wanita karir, bahkan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dikirim ke luar negeri semakin menjadi. Dengan begitu hilanglah fungsi mereka kaum perempuan sebagai harts dan umm. Hasil keringat bapak dikelola oleh seorang pembantu dan keluhan putra dan putrinya tercurah kepadanya pula. 
Lebih parah lagi jika sang bapak mencari sakinah kepada si Inem yang kebetulan berpakaian tidak wajar, karena ibu pulang ke rumah dengan kelelahan karir. 
Dampak lainnya, lapangan kerja bagi laki-laki sudah terisi oleh perempuan. Maka angka pengangguran kaum laki-laki semakin meningkat. Tidak mustahil ada yang frustasi lantas melibatkan dirinya dalam dunia kejahatan. Demikianlah dampat yang terjadi bila Al-Qur'an tidak lagi menjadi pedoman dalam kehidupan manusia. 
Semoga kita senantiasa mendapat bimbingan dan hidayah Allah swt. Amin

| Fungsi dan Peran Wanita atau perempuan dalam Al-Qur'an